BERITA

  20/10/2016   |     145 Orang

STRATEGI RISET DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG DAYA SAING BANGSA

Senin, 17 Oktober 2017, bertempat di Ruang Theater Kampus Pusat, dilakukan Seminar Nasional dengan tema "SEMINAR NASIONAL: STRATEGI RISET DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG DAYA SAING BANGSA". Seminar nasional kali ini di bawakan oleh 3 (tiga) orang pembicara yang kompeten di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yakni Noval Adib, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA; Dr. Hafid Aditya Pradesa, S.E., M.M.; serta Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. Seminar Nasional dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB serta dihadiri oleh Dosen-Dosen yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Timur.

Seminar Nasional diawali dengan materi Riset Kualitatif yang dibawakan oleh Noval Adib, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. Beliau menjelaskan bahwa pentingnya riset kualitatif dalam mengembangkan budaya penelitian yang ada di Perguruan Tinggi. Tidak hanya itu, Beliau juga menjelaskan bagaimana melakukan riset kualitatif sehingga bisa menjadi penelitian yang memiliki daya saing, khususnya daya saing dengan penelitian luar negeri. Bahkan di beberapa negara, riset kualitatif menjadi penelitian yang cukup dominan di kalangan peneliti luar negeri. Selain itu, Beliau juga memberikan tips dan trik bagaimana riset kualitatif dapat didanai oleh negara dalam skema hibah penelitian.

Materi berikutnya adalah Riset Kuantitatif yang dibawakan oleh Dr. Hafid Aditya Pradesa, S.E., M.M. Beliau menjelaskan bagaimana menjadikan Riset Kuantitatif sebagai budaya penelitian di Perguruan Tinggi. Beliau juga menjelaskan riset kuantitatif dalam skala nasional masih menjadi penelitian yang dominan dilakukan oleh peneliti di Indonesia. Beliau juga menjelaskan bagaimana riset kuantitatif dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat menjadi penelitian yang memiliki daya saing, utamanya dengan penelitian di luar negeri. Dan tidak hanya itu, Beliau uga memberikan beberapa tips dan trik bagaimana riset kuantitatif bisa mendapatkan dana penelitian dari negara dalam skema hibah penelitian.

Materi terakhir dibawakan oleh Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc mengenai Strategi Kebijakan Riset dan Pengabdian Masyarakat. Beliau memaparkan bahwa Riset di Indonesia masih kalah jauh dengan Riset yang ada di luar negeri dari segi jumlah. Hal tersebut menunjukkan bahwa peneliti di Indonesia masih enggan membudayakan penelitian. Oleh karenanya, Beliau mendorong peserta yang kebanyakan adalah Dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur untuk selalu membudayakan penelitian sebagai bentuk Tri Dharma. Beliau menuturkan bahwa kualitas sebuah Perguruan Tinggi dilihat dari jumlah Riset yang dilakukannya. Semakin banyak riset yang dilakukan dalam skala nasional atau bahkan luar negeri, maka kualitas Perguruan Tinggi tersebut dapat dikatakan baik. Selain riset, Beliau juga menekankan pada aspek Pengabdian Masyarakat yang tidak sekedar memberikan pelatihan-pelatihan semata, namun juga memiliki dampak positif yang membangun masyarakat itu sendiri. Hal ini dikarenakan pengabdian masyarakat ditujukan untuk membangun masyarakat yang berkualitas.

Antusiasme peserta Seminar Nasional terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada masing-masing pemateri. Antusiasme peserta tersebut menunjukkan bahwa Seminar Nasional telah sukses dilakukan karena tujuan dari Seminar Nasional tidak semata memberikan tambahan wawasan ilmu pengetahuan semata, namun membangun minat untuk melakukan riset dan pengabdian masyarakat yang ideal.

COPYRIGHT © 2017

By UPT STIE ASIA